Peace On Earth

LET'S BE BETTER


3 Komentar

~ Lembayung Bali ~


Dan kusadari betapa berharga kenanganmu
Di kala jiwaku tak terbatas
Bebas berandai memulang waktu

Hingga masih bisa kuraih dirimu
Sosok yang mengisi kehampaan kalbuku
Bilakah diriku berucap maaf
Masa yang tlah kuingkari dan meninggalkanmu
Oh cinta

Teman yang terhanyut arus waktu
Mekar mendewasa
Masih kusimpan suara tawa kita
Kembalilah sahabat lawasku
Semarakkan keheningan lubuk

Hingga masih bisa kurangkul kalian
Sosok yang mengaliri cawan hidupku
Bilakah kita menangis bersama
Tegar melawan tempaan semangatmu itu
Oh jingga

Hingga masih bisa kujangkau cahaya
Senyum yang menyalakan hasrat diriku
Bilakah kuhentikan pasir waktu
Tak terbangun dari khayal keajaiban ini
Oh mimpi

Andai ada satu cara
Tuk kembali menatap agung surya-Mu
Lembayung Bali


 


Tinggalkan komentar

Siap atau tidak, Pasti akan terjadi

images

Setelah sekian lama tidak menulis, maka pada hari ini, ditengah hari kerja (bukan korupsi waktu ya), dikarenakan pekerjaan sudah selesai dan menunggu pekerjaan selanjutnya. Saya pergunakan waktu senggang ini untuk menulis beberapa hal yang saya alami beberapa bulan terakhir ini.

Sekitar awal bulan April ini, setelah pulang kerja saya langsung menuju ke kost. Kemudian sholat Maghrib karena sudah adzan pada waktu itu. Setelah sholat tiba tiba pikiran saya terbersit sesuatu. Sesuatu yang kemudian sangat saya takuti, waktu itu saya merasa takut sekali. Sebagai hambaNya, kita hidup di dunia ini sebenarnya untuk diuji. Begitu pula semua yang kita miliki juga merupakan titipan berupa keluarga, harta, sahabat.

Tiba-tiba saya terbayang seandainya nyawa diambil atau orang-orang yang saya sayangi diambil terlebih dahulu. Tidak terasa air mata saya meleleh. Saya begitu ketakutan, seakan-akan saya mau meninggal setelah itu, seperti video kehidupan saya bertahun-tahun yang lalu yang penuh salah serta bayangan-bayangan yang akan terjadi seandainya saya meninggal setelah itu terlihat didepan mata. Saya merasa belum siap. Dan semakin saya mengingat semakin saya menangis. Ya Allah, waktu itu benar benar puncak ketakutan dalam hidup saya selama ini.

Ya Allah semua yang hamba miliki tidak akan hamba miliki seterusnya, karena semuanya hanyalah titipanMu. Ya Allah tuntunlah hamba menjadi orang yang mampu mengemban amanah dengan baik dan menjaga serta menyayangi apa dan siapa saja yang engkau titipkan pada hamba. Serta tuntunlah hamba menjadi orang yang ikhlas dengan kehendakMu.

Serta tuntunlah hamba menjadi seorang yang siap ketika hamba sudah waktunya Engkau ambil. Siap sedari sekarang dan bertambah siap untuk hari seterusnya.. Aamiin

 🙂 🙂 🙂


Tinggalkan komentar

Memberi dan Diberi

Di kala aku duduk di teras depan rumah sore itu, aku termangu berpikir dalam, menyeruak kalbuku beberapa pikiran yang sempat membuatku tak bisa tidur nyenyak. Lagi lagi ini mengenai hidup di kehidupan dunia ini, lagi lagi ini mengenai hubungan manusia dan orang yang menganggap dirinya lebih dari manusia.

Kala itu aku berpikir mengapa ada orang memberi dan diberi, mengapa ada orang kaya dan orang yang kurang kaya. Hmmm, batinku tak tenang setiap ada pertikaian akibat ada seseorang yang menganggap dirinya lebih dari manusia. Allah telah menciptakan sesuatu berpasangan, tak hanya benda namun sifat, ada baik dan kurang baik, ada cantik dan kurang cantik. Aku berusaha mengatakan “kurang” karena menurutku tiada keburukan yang mutlak, begitupun kebaikan manusia yang mutlak, terkecuali Nabi Muhammad SAW.

Begitu halnya ada orang yang diberi benda berlebih #baca : kaya

Dan orang yang belum diberi benda berlebih #baca : kurang mampu

Apakah manusia harus menjadi pejabat semua? Memegang kendali orang bawahan, menjadi presiden semua? Pekerja bank semua? Pekerja tambang semua?

Lalu mereka akan mendapat nasi dari mana? (baca : petani)

Lalu mereka akan menjahit sepatunya yang sobek dimana? (baca: tukang sepatu)

Dan ketika mereka sedang sibuk bekerja diluar, siapa yang akan merawat anaknya dirumah dan membersihkan rumahnya (baca : PRT)

Akankah semua pilihan? Jika manusia manusia di bumi ini boleh memilih dan ada kepastian pilihanya akan terpilih, maka mereka akan memilih menjadi orang orang atasan, orang orang yang berwenang. Tak semua orang berwenang dengan semena mena, aku sangat yakin masih banyak orang yang menggunakan nurani kemanusiannya bagaimana memperlakukan sesamanya.

Namun yang harus diyakini adalah takdir, bahwa ada satu Dzat yang sangat berkuasa.

Apakah itu berarti kita hanya menyerahkan pilihan kita padaNya? Tentu tidak,kita diwajibkan untuk berusaha menggapai cita cita kita, pilihan kita.

Man jadda wa jadda, siapa yang bersungguh-sungguh akan mendapatkan apa yang dia inginkan. Maka dari itu ada sebagian manusia yang berhasil mencapai pilihanya, namun ada pula yang belum sampai. Aku katakan belum karena kita tak tahu apa yang akan terjadi di masa yang akan datang, baik itu untuk yang telah mencapai. Karena roda itu berputar kata orang orang dan apa yang dilihat mataku.

Maka semua manusia itu mempunyai posisi seperti lingkaran roda, ada yang diatas , dibawah, di setiap sudut lingkaran keberapa pun mempunyai hak dan kewajiban yang berbeda. Intinya adalah ketika kita diatas maka kewajiban kita untuk memberi, dan ketika kita dibawah kita pun punya hak untuk diberi. Ya seperti itulah hakikat hidup…. 😀


Tinggalkan komentar

♦ΚëÅdíLÅη♦

Ketika kita berbicara mengenai keadilan di dunia ini, memang semuanya itu relative. Karena tak ada keadilan mutlak didunia ini, yang ada hanyalah keikhlasan mutlak 😀

Dan ketika saya dihadapkan pada suatu permasalahan yang menuntut keadilan, dan pada waktu itu saya menjadi korban yang tak teradili dengan baik, saya merasa ya sudahlah saya coba ikhlaskan menerima yang ada. Walau terkadang rasanya sesak. Saya biarkan dalam jangka waktu yang cukup lama, namun keadilan itu pun belum juga muncul, apa saya yang merasa kurang, tapi toh semua orang bisa melihat porsi keadilan ini.

“Beginilah hidup”, suatu frase yang sering diucapkan orang dalam menyikapi hidup ketika merasa adanya ketidakseimbangan/ketidakwajaran dalam pola pikirnya.

Dan saya pun termasuk dalam orang itu, sambil tersenyum dan berucap “Ya beginilah hidup” . 😀


Tinggalkan komentar

Tinggal Dikenang

Satu per satu datang
Satu persatu pergi
Ada yang dengan permisi dan ada pula yang tanpa permisi
Hal terjauh dengan manusia adalah masa lalu
Karena bagaimanapun kau coba jumpai, tiru, namun semua tinggal kenangan
Jadi hanya bisa dikenang
Setiap manusia pasti ingin mempunyai masa lalu yang indah, terkecuali dalam detik lamunanku
Ketika aku berpikir
Kenanganku yang indah membuatku sedih
Yang dulunya membuatku bersuka cita namun sekarang hanya bisa dikenang

Baca lebih lanjut


Tinggalkan komentar

©opyright

Dulu

Aku memberi satu ketika itu

Dan kau meminta banyak

Akupun menuruti

Sekarang

Aku menunggu kau meminta

Tapi tak satupun kau meminta

Dalam hati aku tak menuruti

Esok hari

Aku berharap kau kembali meminta

Sedikit atau banyak akan kuturuti

Ternyata memberimu adalah tanda aku mengasihimu