Peace On Earth

LET'S BE BETTER

Memberi dan Diberi

Tinggalkan komentar

Di kala aku duduk di teras depan rumah sore itu, aku termangu berpikir dalam, menyeruak kalbuku beberapa pikiran yang sempat membuatku tak bisa tidur nyenyak. Lagi lagi ini mengenai hidup di kehidupan dunia ini, lagi lagi ini mengenai hubungan manusia dan orang yang menganggap dirinya lebih dari manusia.

Kala itu aku berpikir mengapa ada orang memberi dan diberi, mengapa ada orang kaya dan orang yang kurang kaya. Hmmm, batinku tak tenang setiap ada pertikaian akibat ada seseorang yang menganggap dirinya lebih dari manusia. Allah telah menciptakan sesuatu berpasangan, tak hanya benda namun sifat, ada baik dan kurang baik, ada cantik dan kurang cantik. Aku berusaha mengatakan “kurang” karena menurutku tiada keburukan yang mutlak, begitupun kebaikan manusia yang mutlak, terkecuali Nabi Muhammad SAW.

Begitu halnya ada orang yang diberi benda berlebih #baca : kaya

Dan orang yang belum diberi benda berlebih #baca : kurang mampu

Apakah manusia harus menjadi pejabat semua? Memegang kendali orang bawahan, menjadi presiden semua? Pekerja bank semua? Pekerja tambang semua?

Lalu mereka akan mendapat nasi dari mana? (baca : petani)

Lalu mereka akan menjahit sepatunya yang sobek dimana? (baca: tukang sepatu)

Dan ketika mereka sedang sibuk bekerja diluar, siapa yang akan merawat anaknya dirumah dan membersihkan rumahnya (baca : PRT)

Akankah semua pilihan? Jika manusia manusia di bumi ini boleh memilih dan ada kepastian pilihanya akan terpilih, maka mereka akan memilih menjadi orang orang atasan, orang orang yang berwenang. Tak semua orang berwenang dengan semena mena, aku sangat yakin masih banyak orang yang menggunakan nurani kemanusiannya bagaimana memperlakukan sesamanya.

Namun yang harus diyakini adalah takdir, bahwa ada satu Dzat yang sangat berkuasa.

Apakah itu berarti kita hanya menyerahkan pilihan kita padaNya? Tentu tidak,kita diwajibkan untuk berusaha menggapai cita cita kita, pilihan kita.

Man jadda wa jadda, siapa yang bersungguh-sungguh akan mendapatkan apa yang dia inginkan. Maka dari itu ada sebagian manusia yang berhasil mencapai pilihanya, namun ada pula yang belum sampai. Aku katakan belum karena kita tak tahu apa yang akan terjadi di masa yang akan datang, baik itu untuk yang telah mencapai. Karena roda itu berputar kata orang orang dan apa yang dilihat mataku.

Maka semua manusia itu mempunyai posisi seperti lingkaran roda, ada yang diatas , dibawah, di setiap sudut lingkaran keberapa pun mempunyai hak dan kewajiban yang berbeda. Intinya adalah ketika kita diatas maka kewajiban kita untuk memberi, dan ketika kita dibawah kita pun punya hak untuk diberi. Ya seperti itulah hakikat hidup…. 😀

Iklan

Penulis: dewita

be myself n' do the best

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s