Peace On Earth

LET'S BE BETTER


Tinggalkan komentar

Hmmmmm

Dari SMA saya sudah biasa hidup mandiri, karena sekolah sambil menimba ilmu di pesantren dan kuliah juga di luar kota. Perjalanan keluar kota juga sudah biasa saya lakukan dengan sendiri. Dan semuanya saya lakukan dengan perasaan yang biasa, tidak merasa takut. Bahkan saya berusaha berkomunikasi, dengan cara mengobrol dengan orang yang dekat dengan saya pada waktu itu. Walaupun keluarga saya selalu memperingatkan saya untuk selalu berhati hati dijalan, dan jika diberi makanan orang lain jangan mau, mengingat kakak ipar saya dulu pernah di rampok setelah pulang dari Sumbawa, semua harta yang dibawa diambil semua, dan kakak ipar saya ditinggal begitu saja dipinggir jalan dalam kedaan tak sadarkan diri,namun belum cukup disitu, kawanan perampok masi saja mengancam kepada keluarga untuk mengirimkan sejumlah uang. Meski diperingatkan begitu, entah mungkin saya yang bandel, saya merasa biasa saja, bahkan terkadang saya yang menawarkan permen ato makanan kecil yang pada waktu itu saya bahwa. Bahkan saya pernah pula mengobrol dengan preman di terminal ketika menunggu jemputan, saya mengobrol dengan baik baik dan tidak merasa was was, karena saya pikir orang itu pasti baik.

Termasuk ketika awal mei 2012 ini saya diharuskan ke Jakarta karena ada keperluan. Sebenarnya ini bukan awal kunjungan ke Jakarta saya yang pertama, karena sebelumnya sudah beberapa kali kesana. Saya putuskan untuk pergi kesana sendiri dengan naik kereta dari semarang. Sebelumnya saya membeli tiket bisnis. Dulu saya pernah naik kereta eksekutif dari klaten menuju jogja. Entah kenapa ketika masuk peron dn jam sudah menunjukkan waktu kereta datang, saya liat ke kanan dan ke kiri, tapi saya merasa tidak ada kereta yang saya maksud, karena pada waktu itu saya pikir keretanya berupa kereta eksekutif. Setelah bertanya Tanya dengan Bapak bapak dan berselisih pendapat, baru saya sadar kalau bisnis beda dengan eksekutif, haaaaahaaaaa..

Dari semarang saya berangkat pukul 08.00 pagi dan sampai stasiun Senen pukul 14.30. saya sudah janjian dengan teman saya yang ada di Jakarta bahwa saya akan dijemput, karena saya masi nol banget mngenai daerah Jakarta. Namun tiba tiba dia sms kalo akan lembur dan baru pulang jam set 6 sore. Saya bilang pada dia bahwa saya akan menunggu, saya pergunakan waktu itu untuk sholat, istirahat di mushola dan makan dengan waktu yg cukup lama. Jam sudah menunjukkan set 6 sore, akhirnya saya keluar peron dan menunggu di bangku antrian penumpang. Disitu saya ketemu dengan ibu-ibu, ibu itu meminta saya untuk sms anaknya dengan menggunakan hp nya, kemudian kita pun mengobrol, tanpa ada rasa was was, saya percaya ibu itu baik. Kakak saya waktu itu menelepon menanyakan saya sedang apa, saya jawab sedang mengobrol dengan ibu ibu. Kakak saya meminta saya untuk terus waspada dan tetap berdoa, walaupun itu ibu ibu tetap saja orang yang baru kenal. Tiba tiba teman saya sms kalo dia ga bias menjemput karena harus lembur, dia memberi saya alamat kantor nya dan meminta saya untuk kesana dengan taksi. Alhamdulillah pada waktu itu saya diberi kesabaran, saya tidak merasa marah atau gimana. Akhirnya saya cerita sama ibu itu, dan beliau mengantar saya mencari taksi, saya dipesan ibu itu agar biasa saja, jangan seperti orang baru dan kalau ditanya lewat jalan mana, bilang yang lurus saja. Saya pun naik taksi express, disitu saya ditanya lewat jalan mana, saya bilang aja lurus, padahal saya juga ga paham lurus itu lewat mana, andaikan ga lewat lurus pun saya juga ga tahu,, hahaaa. Karena habis hujan, jalanan begitu macet sekali, baru tahu kalo Jakarta seperti ini selain melihat dari tv. Jarak yang dekat, harus ditempuh dengan waktu yang lama, duh duh, argo muter terus,, wkwk.. karena kantornya gedung baru, pak supir sempat bingung, namun akhirnya ketemu juga. Jujur pada waktu itu saya seperti anak desa masuk kota, gimana ga, klo di kota semarang dan jogja gedung gedung tinggi Cuma beberapa, namun di Jakarta hampir setiapa jalanan di daerah rasuna said ada bangunan tinggi. Rasanya pada waktu itu sumpek, pusing. Kemudian saya menunggu sampai teman saya keluar kantor.

Yah Alhamdulillah saya sampai Jakarta dengan selamat…. Lanjut nanti lagi yaaa

Iklan


Tinggalkan komentar

Baksos


Assalamu’alaikum

Hari ini saya begitu senang sekali,,,napa coba??dapet hadiah ato nemu uang?gak…gak…semuanya salah..

Tapi saya senang sekali karena hari ne saya dapat berbagi bersama dengan anak2 yang tinggal di panti

asuhan..lho koq bisa??

Gini ceritanya””….setiap setahun sekali organisasi di jurusan saya yaitu HIMASTA(Himpunan Mahasiswa

Statistika)mengadakan ANAVA(Ajang Pengenalan Aktivitas Statistika),,Acara ini punya beberapa kegiatan

yaitu yang pertama adalah sosialisasi statistika yang diperuntukkan untuk siswa-siswi SMA,yang kedua adalah

try out UM UGM.Alhamdulillah try out kali ini berhasil memenuhi target,karena peserta yang terdaftar 1000

lebih..Dan yang terakhir adalah bakti sosial,setelah mensurvey beberapa panti asuhan di jogja,akhirnya panitia

memutuskan untuk mengadakan bakti sosial di panti asuhan(namanya saya lupa,hwe…) tepatnya di daerah

Pakem,panti asuhan ini berbasis pondok pesantren,,jadi para anak yang tinggal disini juga belajar ngaji

selayaknya berada di pondok pesantren..Berangkat dari kampus UGM sekitar pukul 07.00 lebih dengan

membonceng seorang teman.hwe…(maklum motornya masih di dealer)perjalanan memakan waktu sekitar 30

menitan karena jalannya lumayan jauh..Sesampai disana rasa capek saya terbayarkan sudah,setelah

menghirup udara yang sangat segar dan pemandangannya yang sangat indah,terlihat hamparan sawah-

seperti permadani nan hijau.saya yakin bagi anda yang sedang capek,penat dengan keseharian,,kalo berada

disini pasti perasaan jadi plong,,(wah,,yang bener ne?)

Panti ini dihuni beberapa puluh anak laki-laki dan perempuan,kebanyakan dari mereka berusia belasan

tahun,mulai dari bangku sekolah dasar hingga sekolah menengah atas.

Dengan melihat antusias mereka,terlihat bahwa mereka adalah anak-anak yang meempunyai cita-cita

tinggi,keinginan untuk hidup sukses secara dunia akherat..Dari mereka ada yang pinter nyanyi juga lho(kq

tw?),,ini terbukti ketika panitia meminta seorang anak untuk menyanyi dengan sukarela,akhirnya ada seorang

anak laki-laki maju ke depan,,truz panitia nanya”mang adek mw nyanyi apa?”,adeknya jawab kalo dia mw

nyanyi lagu malaysia,,(wah hebat ya ),suaranya juga lumayan bagus,gak kalah ma penyanyi di tipi2.

Seneng banget bisa ikutan baksos,padahal awalnya punya pikiran buat gak usah ikut,tapi alhamdulillah niat

jelek itu hilang,hwe,,,,seneng banget bisa maen bareng adik2 di panti,apalagi pas diadain games,wahh seru de

pokoknya…..panitia aja mpe ketawa ngakak-ngakak…..(gigi yang ompong aja mpe keliatan…:-))..Dari adik2

penghuni panti,saya mendapat buanyak pelajaran hidup,tentang arti kebersamaan,tentang arti

kemandirian,tentang arti perjuangan,tentang arti keikhlasan,de el el..masih banyak lagi..Setelah games acara

berikutnya adalah makan bersama,,duh jadi tuambah enak ne lauknya cz makannya bareng(coba kalo

makanya sendiri pasti beda rasanya…

Jam menunjukkan pukul 12.00,,,saatnya kita harus berpisah dengan pertemuan

ini,,,hiks…hiks…sedih,terharu,truz kita salam-salaman dengan semua anak panti dan panitia…..

PAKEM,,good bye ,,,,go campus