Peace On Earth

LET'S BE BETTER


Tinggalkan komentar

>>Antara Peringatan,Adzab,dan Rahmat<<

    Waktu senggang dan tubuh sehat adalah 2 nikmat yang melenakan manusia,bagaimana tidak,ketika kita

    mempunyai waktu senggang namun tak banyak dari kita yang dapat memanfaatkan dengan sebaik-baiknya

    dan justru melakukan hal yang berujung pada kesia-siaan,terlebih bagi kita yang terjatuh dalam lubang

    kemaksiatan,maka hanya kerugian dan dosa yang akan kita dapat.Saat badan kita sehat, yang seharusnya

    kita maksimalkan penggunaan anggota badan untuk hal yang bermanfaat,namun terkadang kita lalai,kita lupa

    bahwa kita dianugrahi kesehatan,bayangkan ketika kita sakit,terasa tidak enak badan,maka kita akan

    berdoa,memohon agar diberi kesehatan.Oleh karena itu marilah kita sebagai muslim sejati untuk dapat

    menggunakan kedua nikmat diatas dengan sebaik-baiknya

    Ingatkah saudara mengenai gempa bumi yang akhir-akhir ini sering terjadi,yang belum dapat

    diprediksi peristiwa gempa bumi akan terjadi di mana saja,namun kebanyakan wilayah-wilayah di Indonesia

    mempunyai potensi untuk terjadi gempa.Adakah ini hanya sebuah kebetulan?yang mungkin-mungkin saja

    terjadi dikarenakan adanya lempeng-lempeng bumi yang bergerak.Yak hal itu tidak salah,karena menurut

    bidang pengkajian gempa mengutarakan bahwa gempa bumi memang disebabkan adanya lempeng yang

    bergerak.Namun adakah hal lain yang dapat kita ambil dari gempa dan bencana lainnya selain terjadinya

    gempa akibat lempeng yang bergerak?.Dengan bermajas personifikasi,ketika alam telah angkat bicara,lalu

    apakah hati kita dapat mendengar?.Gempa bumi merupakan salah satu dari berbagai macam bencana alam

    yang ada.Sedang bencana alam sendiri merupakan salah satu ujian yang diberikan Allah SWT.Banyak

    interpretasi mengenai ujian,dan mungkin setiap orang terkadang akan berbeda dalam menginterpretasikan

    suatu ujian,Wallahu A’lam,hanya Allah yang tahu mana interpretasi yang benar.

    Antara peringatan,adzab,dan rahmat,mungkin dari ketiga hal tersebut yang sering hinggap dalam pikiran kita ketika berhadapan dengan ujian,yang disini kita khususkan pada bencana alam.Orang yang berpikir mengenai salah satu dari ketiga kemungkinan diatas lebih baik daripada orang yang hanya berpikir bahwa adanya suatu bencana merupakan suatu kebetulan,namun sudah seharusnyalah kita sebagai hamba Allah,dapat mengkaji serta menyimpulkan secara bijak mengenai bencana yang ada.Karena pada dasarnya Allah menciptakan sesuatu pasti ada tujuannya,bukan kebetulan atau bahkan asal-asalan.

    Adanya suatu bencana terkadang dapat menjadi peringatan bagi makhlukNya,ketika kita tidak dapat menggunakan nikmat yang telah diberikan oleh Allah,yang diantaranya adalah nikmat waktu senggang dan badan yang sehat.Yang seharusnya kita manfaatkan secara maksimal untuk beribadah kepadaNya.

    Adanya suatu bencana terkadang dapat menjadi suatu adzab bagi makhlukNya,karena kita telah terjatuh dalam lubang kemaksiatan yang dalam,yang sebelumnya telah Allah peringatkan,namun sayangnya kita belum dapat mencerna dengan baik peringatan itu dan semakin menjadi-jadi berkelana dengan kemaksiatan.Hingga alam pun mulai bertindak,karena hati kita belum bertindak.
    Namun apakah kita hanya akan menyudutkan bencana menjadi peringatan dan adzab?,jawabnya tentulah tidak,tidak hanya terbatas pada hal itu,ada hal yang lebih nikmat dan lebih agung dibanding itu,yaitu ketika bencana merupakan rahmat bagi kita.
    “Dan kami pasti akan menguji kamu dengan sedikit ketakutan ,kelaparan,kekurangan harta,jiwa,dan buah-buahan.Dan sampaikanlah kabar gembira kepada orang-orang sabar.Yaitu orang-orang yang apabila ditimpa musibah,mereka berkata inna lilllahi wa inna ilaihi raji’un(sesungguhnya kami milik Allah dan kepada-Nyalah kami kembali”(QS.Al-Baqarah 155-156).Suatu ujian merupakan bukti kasih-sayang kepada hambaNya,bukankah Allah tidak menyayangi hambaNya kecuali dengan memberi sedikit ujian,yang tentunya sesuai kemampuan hambaNya.

    Dari sekian hal yang telah dijabarkan diatas,hal yang pokok untuk diingat adalah bahwa kita harus dapat mengkaji setiap kejadian dalam kehidupan kita,semuanya tidak hanya terjadi secara kebetulan,namun terlebih terdapat suatu tujuan di balik itu,sehingga kita harus dapat menyimpulkan secara bijak,karena mungkin diri kita sendiri yang lebih dapat mengetahui hikmah di setiap kejadian untuk kemudian kita selaraskan dengan perilaku kita sehari-hari,mengenai tutur,tingkah laku terhadap sesama makhluk Allah,serta ibadah kita kepada Allah selama ini.Wallahu A’lam. 🙂

Iklan