Peace On Earth

LET'S BE BETTER


2 Komentar

KETIKA BOHONG ITU BER-alibi DEMI KEBAIKAN

Saya menulis ini dengan tiba-tiba, setelah sekian lama tidak lagi intens dalam menulis, jiwa saya kembali terpanggil untuk mencurahkan ganjalan hati saya yang mengambang.
Ketika saya dihadapkan lagi pada kebimbangan, peristiwa ini sangat menohok bagi saya, kalaupun ini dianggap biasa bagi “nya”, namun tidak bagi saya. Kalau kejujuran adalah kebenaran hakiki, lalu bagaiamana dengan kebohongan?, dan tidak munafik bagi saya, yang notabene bukan manusia special, tentu saya pernah melakukan kebohongan barang sedikitpun.Ketika ada pernyataan yang membenarkan adanya kebohongan, sebenarnya itu hanyalah perbuatan curang yang berlapis penutupan/penghilangan sementara, karena pada akhirnya sebuah aroma cela pasti akan tercium juga.
Di lain sisi kita juga tidak boleh bersembunyi di balik hakikat diri kita sebagai manusia biasa, yang akhirnya membenarkan kesalahan yang muncul dari diri kita. Justru karena kita hanya “ordinary people”, maka kita harus membentengi diri kita dengan beragam hal luar biasa yang harus ditanamkan pada diri kita, diantaranya adalah jujur. Tentu bukan barang asing bagi telinga kita, karena kata jujur sudah ada sejak kita kecil, TK misalnya, dari pelajaran PPKN kita sudah dicekoki dengan tema kejujuran, namun mungkin karena telinga kita tak ubahnya hanya alat pendengan, sehingga kata jujur itu hanya kita terima sebagai kata, bukan sebagai suatu hal yang kita hayati dan tanamkan dalam diri.
Wahai saudaraku, mengingat betapa ruginya ketika berbohong, baik bagi diri sendiri dan orang yang ter-bohong-i, dan karena bohong itu berakumulasi, artinya untuk menutupi kebohongan maka harus ditutupi dengan kebohongan lagi (gali lubang tutup lubang), jagalah lidah kita, jangan sampai mulut kita meluncurkan kalimat yang tidak pernah ada/kalimat bohong. Jagalah hati dan update kebaikan bagi diri kita. 🙂 (4 Jun 2010,05:08),by dewita