Peace On Earth

LET'S BE BETTER


Tinggalkan komentar

//Sujud//

“Kedudukan hamba yang paling dekat dengan Tuhannya adalah ketika ia dalam keadaan sujud,maka perbanyaklah doa.”(HR.Muslim)

“Wahai sekalian manusia,sesungguhnya tidak tersisa dari mubasysyirat nubuwwah(kabar gembira lewat kenabian)kecuali mimpi baik yang dilihat seorang muslim atau diperlihatkan untuknya.Ingatlah bahwasanya aku dilarang untuk membaca Al-Qur’an ketika ruku’ atau ketika sujud.Adapun di dalam ruku’,maka agungkanlah Allah dan adapun di dalam sujud,maka bersungguh-sungguhlah berdoa,sebab hal itu pantas dimaqbulkan bagi kamu semua.”(HR.Muslim)
Berdasarkan hadits diatas,menunjukkan pada kita bahwa waktu sujud adalah salah-satu waktu yang mustajab untuk berdoa.
Kapan kita bisa bersujud???,,apakah hanya ketika kita dalam keadaan sholat aja?,,,
No..no..that’s wrong.. 🙂 sujud g’ hanya ada dalam sholat,sujud itu ada macem-macem jenisnya,ada sujud syukur,sujud tilawah n sujud sahwi..
Sujud syukur dilakukan seseorang ketika hajatnya terpenuhi atau hal yang dia inginkan dapat terlaksana,hal ini dilakukan semata-mata sebagai ungkapan rasa syukur kepada Allah SWT,bahwa segala yang dia dapatkan karena ridhoNya
Sujud tilawah

Tilawah artinya bacaan: jadi sujud tilawah adalah sujud bacaan. Di dalam Al-Quran terdapat beberapa ayat, apabila kita membaca sampai ayat tersebut, kita disunnahkan bersujud. Ayat tersebut disebut ayat sajdah dan sujudnya disebut sujud tilawah.
Jumhur ulama menyatakan bahwa sujud tilawah hukumnya sunnah bagi si pembaca maupun yang ikut mendengar, baik membacanya itu di dalam (pada waktu) salat atau di luar salat.

Sujud sahwi ialah sujud yang dilakukan orang yang shalat sebanyak dua kali untuk menutup kekurangan yang terjadi dalam pelaksanaan shalat yang disebabkan karena lupa.
Sebab-sebab sujud sahwi ada tiga; Karena kelebihan, karena kurang, dan karena ragu-ragu. Keterangannya sebagai berikut:
Sujud Sahwi Karena Kelebihan
Barangsiapa kelupaan dalam shalat-nya kemudian dia menambah ruku’, atau sujud, maka dia harus sujud dua kali sesudah menyelesaikan shalatnya dan salamnya.
Sujud Sahwi Karena Kekurangan
Barangsiapa kelupaan dalam shalatnya, kemudian ia meninggalkan salah satu sunnah muakkadah (yaitu yang termasuk katagori hal-hal wajib dalam shalat), maka ia harus sujud sahwi sebelum salam, seperti misal-nya kelupaan melakukan tasyahhud awal dan dia tidak ingat sama sekali, atau dia ingat setelah berdiri tegak dengan sempurna, maka dia tidak perlu duduk kembali, cukup baginya sujud sahwi sebelum salam.
Sujud Sahwi Karena Ragu-ragu
Sujud sahwi karena ragu-ragu yaitu ragu-ragu antara dua hal, yang mana yang terjadi, kelebihan atau kekurangan. Umpamanya seseorang ragu apakah dia sudah shalat tiga rakaat atau empat rakaat. Keraguan ini ada dua macam:

1. Seseorang lebih cenderung kepada satu hal, baik kelebihan atau kurang, maka dia harus menurutkan mengambil sikap kepada yang lebih ia yakini, kemudian dia melakukan sujud sahwi setelah salam.
2. Ragu-ragu antara dua hal, dan tidak condong pada salah satunya, tidak kepada kelebihan dalam pelaksanaan shalat dan tidak pula pada kekurangan. Maka dia harus mengambil sikap kepada hal yang sudah pasti akan kebenarannya, yaitu jumlah rakaat yang lebih sedikit. Kemudian menutupi kekurangan tersebut, lalu sujud dua kali sebelum salam.

Dalam sholat,setelah i’tidal kita melakukan sujud(tersungkur ke bumi),kita letakkan dahi kita ke bumi.Pada waktu itu hilang sudah kesombongan dalam diri kita,telapak kaki yang dianggap kotor karena terletak di bawah dan digunakan untuk berjalan kini dapat bersanding sejajar dengan dahi,muka dan telapak tangan.Betapa besar pelajaran yang dapat kita petik dalam gerakan-gerakan sholat,salah satunya adalah sujud.
Sujud mengajarkan pada manusia,bahwa semua manusia adalah sama,fitrah kita adalah suci semasa dilahirkan,beranjak dewasa kita mulai mengenal lingkungan yang beraneka ragam.Setelah mengenal lingkungan dan menjadi manusia yang dewasa,setiap manusia akan mendapat jalan hidupnya masing-masing,ada yang beruntung,ada yang kurang beruntung,ada yang kaya,ada yang miskin,ada yang tampan/cantik,ada yang berparas kurang baik.Namun jika sebagian manusia menjadikan hal tersebut sebagai perbedaan,,tidak dengan Allah,,semua manusia dianggap sama dengan segala kelebihan dan kekurangannya,karena semua itu juga tidak akan membedakan fitrah mereka yang pada akhirnya akan meninggal,semuanya akan sama-sama melebur dengan tanah.Namun hal yang akan membedakan manusia di hadapan Allah adalah keimanan dan ketaqwaan manusia,karena hal ini akan membedakan fitrah mereka,fitrah dimana seorang manusia akan berada di tempat persinggahan terakhir surga atau neraka..

Iklan